Namun, meski Coca-Cola dan Pepsi hingga kini masih tersedia di Rusia, tetapi diyakini bahwa kehadiran mereka akan menghilang seiring dengan waktu.
Apalagi stok kedua produk yang ada semakin menipis sehingga produsen lokal perlu untuk turun tangan dalam mengambil alih pasar.
Bahkan, pepsi menangguhkan produksi dan penjualan soda di Rusia pada bulan Maret.
Perusahaan tersebut adalah salah satu dari banyak merek konsumen Barat yang membatasi operasi bisnisnya setelah Rusia mengirim pasukan ke Ukraina.
Lalu, Coca-Cola juga menangguhkan operasi pada bulan Maret.
Mereka menyebut pabrik pembotolan Coca-Cola dan pelanggan yang ada di Rusia mulai kehabisan stok.
Tercatat volume produksi Chernogolovka di kota selatan Krasnodar hampir mencapai dua kali lebih besar. Perusahaan meningkatkan kapasitasnya sebesar 50% di Novosibirsk Siberia pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan tahun 2021.
Untuk merek cola yang baru diluncurkan, termasuk Chernogolovka dan pesaingnya, Ochakovo CoolCola, melonjak menjadi 5% dari penjualan dalam kategori tersebut pada paruh pertama 2022.
"Perusahaan kami tidak hadir di segmen cola," ucapnya.
"Tahun ini kami memasuki segmen ini dan ini bertepatan dengan kepergian pemain internasional dalam rasa ini. Jadi jika kami mengevaluasi prospek dan ambisi kami, mereka hampir tidak terbatas," lanjutnya.
Sebagai informasi, Chernogolovka sedang membangun pabrik seluas 40.000 meter persegi di tengah kota sebagai langkah antisipasi dari melonjaknya permintaan produk tersebut.
Untuk fasilitas produksi ini akan menelan biaya lebih dari 3 miliar rubel (USD50 juta) dan tahap pertama dijadwalkan selesai pada Maret 2023.
(Zuhirna Wulan Dilla)