"Begini, kenapa terigu itu naik sedikit, karena di Australia itu panennya gagal, Kanada gagal, Amerika gagal, maksudnya gagal itu tidak panen raya, tidak sesuai harapan. Kemudian Rusia-Ukraina perang barangnya tidak bisa keluar," bebernya.
Menurutnya, hal itu tidak berlangsung lama sebab Presiden sudah melakukan diplomasi dengan negara-negara penghasil gandum tersebut.
Sehingga dipastikan gandum akan melimpah dan bisa diekspor ke Indonesia.
Dengan demikian, harga mi instan di dalam negeri tidak naik tiga kali lipat.
"Bapak Presiden (melakukan) diplomasi sekarang barangnya keluar nih gandum. Sudah banyak membanjiri pasar, Australia panen raya, Kanada panen raya, Amerika panen raya, jadi gandum melimpah. Iya kemarin naik sedikit, tapi nanti trennya turun karena sekarang produknya berlebihan," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)