Seperti diketahui pada tahap awal, pelaksanaan pembangunan IKN akan mendapatkan alokasi memadai dari APBN.
Dengan harapan menjadi pengungkit dan untuk menciptakan kepercayaan pasar.
Selanjutnya Bambang menambahkan pemerintah akan terus mengupayakan sumber pendanaan lain yang sah dan dimungkinkan oleh peraturan perundang-undangan.
Metode creative financing yang baru seperti municipal bond, SDG bond, ataupun green bond menjadi alternatif yang mungkin akan diterapkan.
Menurutnya, semua itu bisa dijalankan dengan efektif jika IKN Nusantara mempunyai ESG yang baik.
(Zuhirna Wulan Dilla)