60 Pekerja Ditahan Usai Protes Tidak Digaji Berbulan-bulan

Agregasi VOA, Jurnalis
Selasa 23 Agustus 2022 06:21 WIB
Pekerja ditahan karena demo tak digaji (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Qatar menangkap sedikitnya 60 pekerja asing yang berunjuk rasa karena tidak digaji selama berbulan-bulan. Selain ditahan, pekerja asing juga dideportasi dari Qatar, kata sebuah kelompok advokasi.

Ini berlangsung hanya tiga bulan sebelum Doha menjadi tuan rumah putaran final turnamen sepak bola Piala Dunia FIFA 2022. Langkah ini diambil sementara Qatar menghadapi pengawasan internasional yang ketat terkait praktik-praktik ketenagakerjaannya menjelang turnamen tersebut. Protes para pekerja sepekan silam – dan reaksi Qatar terhadap hal itu – dapat semakin memicu kekhawatiran.

Direktur Eksekutif Equidem Research Mustafa Qadri, lembaga konsultasi ketenagakerjaan yang menyelidiki insiden itu, mengatakan, penahanan tersebut menimbulkan keraguan baru pada tekad Qatar untuk memperbaiki perlakuan terhadap para pekerja.

Dalam pernyataan kepada Associated Press Minggu malam, pemerintah Qatar mengakui “ada sejumlah demonstran yang ditahan karena melanggar UU keamanan umum.”

Pemerintah menolak memberi informasi lainnya mengenai penangkapan atau deportasi apapun, demikian dilansir dari VOA, Selasa (23/8/2022).

Tayangan video yang diunggah online memperlihatkan sekitar 60 pekerja yang marah terkait gaji mereka sedang berunjuk rasa pada 14 Agustus di luar kantor Al Bandary International Group di Doha.

Konglomerat ini memiliki usaha dalam berbagai bidang, antara lain konstruksi, real estat, hotel, dan jasa boga. Sebagian dari mereka yang berdemonstrasi itu ada yang belum menerima gaji hingga tujuh bulan, kata Equidem.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya