Selain dari 50 MW proyek yang sudah ada didalam rencana pengembangan, ARKO tetap terus melaksanakan studi-studi untuk proyek-proyek berkapasitas di atas 30 MW untuk mulai dibangun dalam 3-4 tahun ke depan. ARKO tetap setia pada visi misi nya yaitu untuk memaksimalkan potensi potensi energi baru terbarukan di Indonesia terutama potensi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di tanah air untuk mengurangi ketergantungan pada energi fossil terutama yang bisa membebani negara Indonesia dalam bentuk subsidi energi kelistrikan.
Perseroan saat ini tengah mengerjakan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Yaentu di Poso, Sulawesi Tengah dan PLTM Kukusan-2 di Lampung. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2023 dan 2024. Dengan beroperasinya kedua proyek ini, perseroan akan bisa meningkatkan produksi listrik sehingga perusahaan akan mempunyai cashflow yang sangat baik untuk menopang rencana pengembangan perusahaan di masa depan sekaligus memberikan dividen kepada shareholder,” ungkap Aldo.
ARKO saat ini mengoperasikan 17,4 MW pembangkit listrik ramah lingkungan dan sedang membangun 15,4 MW pembangkit listrik tenaga air. ARKO juga sudah memiliki proyek - proyek di masa depan yang siap di kembangkan untuk dibangun dengan total kapasitas sampai 50 MW.
(Feby Novalius)