MOSKOW - Bos perusahaan minyak swasta terbesar di Rusia, LUKoil yang menentang perang Kremlin di Ukraina, meninggal dunia setelah “sakit parah”.
Perusahaan membantah laporan media setempat yang menyebut sang pengusaha tewas setelah terjun dari jendela rumah sakit.
“Dengan sangat menyesal kami mengumumkan bahwa Ravil Maganov meninggal dunia setelah sakit parah,” kata LUKoil dalam sebuah pernyataan pada 1 September, dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (2/9/2022).
Baca Juga: Putin Bagi BLT Rp2,5 Juta ke Orang Ukraina, Ini Syarat dan Kriterianya
Sebelumnya media lokal mengutip sejumlah sumber dan pejabat penegak hukum yang tidak disebutkan namanya bahwa pria berusia 67 tahun itu jatuh dari jendela Rumah Sakit Klinik Pusat di ibu kota Rusia dan tewas.
Kantor berita milik pemerintah Rusia, TASS, mengutip seorang sumber penegak hukum anonim yang mengatakan bahwa Maganov bunuh diri dengan melompat dari jendela lantai enam setelah dibawa ke rumah sakit karena serangan jantung. Situs berita RBK juga menyebut polisi tengah menyelediki kemungkinan kasus bunuh diri.
Baca Juga: Dampak Rusia-Ukraina Ancam Pasokan Gandum, Bagaimana Nasib Indonesia?
Maganov telah bekerja di LUKoil sejak awal tahun 1990-an dan dianggap sebagai loyalis Kremlin.
Namun demikian, LUKoil mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan pada bulan Maret, hanya beberapa minggu setelah Rusia menginvasi Ukraina, sebagai satu dari sedikit perusahaan yang mengutuk perang tersebut, menyebutnya “tragis” sambil mendesak agar “segera diakhirinya konflik bersenjata.”