JAKARTA – Seorang pria dilaporkan melompat dari sebuah apartemen bertingkat tinggi di Manhattan, New York.
Dikutip CNN, Kepolisian New York telah mengidentifikasikan pria tersebut yang bernama Gustavo Arnal (52).
Arnal adalah kepala keuangan Bed Bath & Beyond.
Arnal dinyatakan meninggal setelah melompat dari balkon lantai 18 di apartemen miliknya.
Pada Minggu (4/9/2022), NYPD mengatakan bahwa Arnal ditemukan tidak sadarkan diri di luar gedung pencakar langit yang mewah dengan total 57 lantai di lingkungan Tribeca pada Jumat, sekitar pukul 12.30 waktu setempat.
“Tampaknya, Arnal menderita luka yang mengindikasikan dirinya jatuh dari ketinggian. EMS pun menanggapi dan menyatakan pria itu meninggal,” kata polisi di sana.
Sumber penegak hukum mengatakan kepada CNN bahwa istri Arnal menyaksikannya melompat.
Polisi mengungkapkan kalau tak ada tanda kekerasan hingga catatan bunuh diri.
NYPD mengatakan Kantor Pemeriksa Medis New York akan memastikan penyebab kematian dan penyelidikan masih berlangsung.
Pihak CNN telah menghubungi tim medis, namun tidak ada tanggapan langsung.
Kemudian, perwakilan Bed Bath & Beyond mengaku sedih mendengar berita ini.
“Kami sangat sedih dengan kehilangan yang mengejutkan ini,” kata juru bicara Bed Bath & Beyond.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa tulus dari kami kepada keluarga Gustavo,” sambung Ketua Independen Dewan Direksi Bed Bath & Beyond Harriet Edelman, Minggu.
Perusahaan memastikan juga akan membantu keluarga yang ditinggalkan oleh Arnal.
“Fokus kami adalah mendukung keluarga dan tim, juga pikiran kami bersama mereka selama masa sedih dan sulit ini. Kami mohon untuk menghormarti privasi keluarga,” tambah Edelman.
Sebagai informasi, Arnal juga sempat berkarir di bidang keuangan di Avon, Walgreens Boots Alliance, dan Procter & Gamble.
Lalu, Arnal memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan Bed Bath & Beyond pada Mei 2020.
“Arnal berperan penting dalam membimbing organisasi selama pandemi Covid berlangsung, ia mengubah fondasi keuangan perusahaan dan membangun tim yang kuat dan berbakat. Dia juga sosok rekan terhormat di komunitas keuangan,” jelas Edelman.
Kini Bed Bath & Beyond berada dalam kekacauan yang mendalam. Perusahaan sedang mencoba untuk menyelamatkan diri dan keluar dari kebangkrutan dengan menyusut.
Pada Rabu, mereka mengatakan akan memberhentikan sekitar 20% karyawan, menutup sekitar 150 toko, dan memangkas (membuang/menjual) beberapa barang bermerek dari toko.
Perusahaan juga mengatakan telah menjamin uang lebih dari USD500 juta untuk menopang kesulitan keuangannya.
Arnal disebut sebagai terdakwa tindakan kelas dalam gugatan yang menuduhnya.
Ryan Cohen dan pemegang saham besar lainnya terlibat dalam skema “pump and dump” untuk menaikkan harga saham secara artifisial (tidak alami/buatan).
Gugatan tersebut diajukan pada 23 Agustus di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Kolombia.
Dari gugatan ini terdapat klaim bahwa Arnal dan yang lainnya membuat pernyataan dan kelalaian yang menyesatkan ketika berkomunikasi dengan investor mengenai rencana strategis dan kondisi keuangan.
Serta menunda pengungkapan tentang pemegang dan penjual saham.
Gugatan itu juga menuduh para pemangku kepentingan telah berbagi nomor pendapatan palsu dan rencana perusahaan untuk melepaskan merek 'Buy Buy Baby' agar memicu kegilaan pembelian saham.
Catatan Redaksi Okezone: Jika Anda atau seseorang yang dikenal memiliki masalah kesehatan mental hingga ingin bunuh diri, maka dianjurkan untuk menghubungi dokter atau ahli terkait.
(Zuhirna Wulan Dilla)