JAKARTA – Pemilik SPBU Vivo menjadi sorotan usai harga BBM Pertamina dinaikkan. Harga BBM Pertamax, Pertalite, dan Solar mengalami kenaikan pada 3 September 2022 menjadi penyebabnya. Kenaikan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter membuat masyarakat beralih ke Revvo 89.
Apa itu SPBU Vivo, Siapa Pemiliknya?
Vivo memiliki unit kilang mini dan tangki BBM di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sedangkan letak perusahaannya di Gama Tower, Jalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta.
Dikutip dari laman resmi Vitol Group, Senin (5/9/2022), SPBU Vivo berada di bawah naungan PT Vivo Energy Indonesia.
Perusahaan ini bergerak di sektor hilir minyak dan gas bumi yang resmi beroperasi di Indonesia pada tahun 2017 hingga saat ini. Perusahaan penyalur BBM ini masih terafiliasi dengan Vitol Group yakni raksasa minyak yang berbasis di Swiss.
Vitol Group yang didirikan di Rotterdam pada 1966, kini dapat dikatakan salah satu perusahaan penyalur BBM terbesar secara global. Perusahaan tersebut juga mengembangkan SPBU di Belanda, Singapura, Inggris, Australia, dan beberapa negara di Afrika.
Pada 2021 lalu, perusahaan ini meraih pendapatan senilai USD279 miliar.
Apa Jenis BBM yang Dijual SPBU Vivo?
Saat ini, Vivo memiliki BBM non-subsidi dan hanya menjual BBM jenis umum.
Berikut 3 jenis BBM yang dijual SPBU Vivo, dirangkum Okezone, Senin (5/9/2022):
- Revvo 92
- Revvo 95
- Revvo 89
Sebagai informasi, Revvo 89 memiliki research octane number (RON) 89 atau sedikit di bawah Pertalite yang memiliki RON 90.
Baca Selengkapnya: Ternyata Ini Pemilik SPBU Vivo yang Jual BBM Rp8.900/Liter Bikin Masyarakat Beralih dari Pertalite
(Kurniasih Miftakhul Jannah)