Ini Alasan Erick Thohir Ingin Pembangunan KEK Bali Dipercepat

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Jum'at 09 September 2022 17:40 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: YouTube/TV Parlemen)
Share :

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut tingkat kematian di Indonesia akibat penyakit kanker mencapai 60%. Angka ini menjadi tertinggi di dunia.

Nahasnya, setiap pasien yang melakukan pengecekan penyakit kanker saja harus menggelontorkan dana hingga puluhan juta rupiah. Jumlah ini tidak termasuk pengobatan dan perawatan.

Kondisi tersebut, lanjut Erick, mengharuskan pemerintah melakukan langkah intervensi dengan membangun Rumah Sakit Internasional Bali atau Bali International Hospital, sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor kesehatan. KEK tersebut dibangun di Sanur, Bali sejak November 2021 lalu.

 BACA JUGA:Erick Thohir Benahi Keuangan Holding BUMN Pangan dan Pertahanan

"Kerja sama kita dengan Mayo kita melihat data-data Kanser di Indonesia itu kan salah satu tertinggi di dunia. Ketika mendapatkan Kanser tentu yang terjangkit itu 60 persen meninggal. Kita salah satu tertinggi di dunia untuk laki-laki itu paru- paru dan pencernaan. Perempuan itu titik, dan titik, titik," ujar Erick, Jumat (9/9/2022).

Mayo Klinik merupakan institusi medis nirlaba atau kelompok riset medis dunia.

Dalam kerja sama dengan Indonesia, Mayo Klinik akan bertindak sebagai penasehat (advisor).

"Karena itu intervensi kita, bagaimana bekerja sama dengan Mayo ini harus terjadi. Kesepakatan Mayo sendiri dijadikan tempat benchmarking untuk seluruh RS di daerah, supaya tidak salah prosedur penanganan kanser. Karena data best-nya Mayo sudah besar, jadi ketika ada penyakit kanser titik, titik, di RS titik, titik, 'dia sudah melihat, oh tesnya ini, tidak perlu tes ini," ucap Erick.

Erick mencatat, Bali International Hospital akan menjadi rumah sakit BUMN pertama bertaraf internasional.

Sekaligus destinasi wisata kesehatan bagi warga Indonesia dan wisatawan mancanegara.

Dia juga meyakini keberadaan RS pelat merah itu tersebut mampu menekan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang setiap tahunya bepergian ke luar negeri untuk mendapat pelayanan kesehatan di negara tujuan.

"Bismillah, semoga pembangunan Bali International Hospital berjalan dengan lancar," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya