JAKARTA - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) berniat untuk mengembangkan industri baterai electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.
Dikutip dari 1st Session Closing IDX, Senin (19/9/2022), emiten BUMN itu menargetkan penandatanganan perjanjian definitif atau definitive agreement dengan dua mitranya dalam proyek baterai EV bisa terwujud di akhir tahun ini.
Dua mitra ANTM tersebut adalah Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd (CBL), yang merupakan cucu usaha Contemporary Amperex Technology atau CATL dan LG Energy Solution (LGES).
BACA JUGA:Penjualan Emas Cs Antam (ANTM) Naik Jadi Rp18,7 Triliun di Semester I-2022
Sesuai rencananya, Antam bakal menyediakan sumber daya nikel sebagai bahan baku baterai EV.
Pasokan nikel dari Antam itu selanjutnya akan dikelola menjadi baterai EV oleh PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC).
Nantinya, proyek tersebut berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara. Dalam usaha patungan itu, Antam akan mengempit 51% saham dan sisanya 49% dimiliki CBL dan LG.
Saat ini Antam tengah merampungkan persyaratan joint venture agreement dengan dua partnernya tersebut.
Nantinya Perseroan akan memproduksi nikel di seluruh kapasitas tersebut, dari total kapasitas itu serapan nikel untuk CBL mencapai 18 juta ton per tahun dan LGES akan menyerap nikel 16 juta ton per tahun.
(Zuhirna Wulan Dilla)