Menurutnya, bisnis tersebut perlu digenjot PLN melalui subholding lantaran sejalan dengan agenda digitalisasi yang digodok pemerintah.
Adapun nilai digitalisasi di Tanah Air diproyeksikan mencapai Rp4.800 triliun pada 2030.
Mantan Presiden Inter Milan itu juga mencatat bisnis jaringan kabel yang sudah dilakukan PLN berpotensi memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital ke depannya.
Senada, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut subholding ICON Plus bakal mengkonsolidasikan bisnis beyond kWh milik PLN.
Misalnya, Layanan internet, PLN Marketplace, EV Charging, Baterai Swap dengan Super APP
"Layanan internet, PLN marketplace, EV Charging, Baterai Swap dengan Super APP kami New PLN Mobile sebagai ujung tombak," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)