JAKARTA - Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik vaksin COVID-19 berbasis Messenger RNA (mRNA) pertama di Asia Tenggara di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta.
Jokowi berharap keberadaan pabrik tersebut akan menjadikan Indonesia mandi di bidang kesehatan, khususnya dalam ketersediaan vaksin. Pasalnya, ia merasakan sendiri sulitnya berburu vaksin ketika awal pandemi terjadi.
“Kita tak mau lagi ada pandemi, tetapi kalau di dalam negeri siap industrinya, paling tidak kita jadi lebih tenang," ujar Presiden.
Menurutnya, dalam dua bulan vaksin baru sudah bisa masuk ke uji klinis. "Sangat cepat sekali. dan yang saya seneng, kerjanya diam-diam. Saya sendiri tidak tahu, tahu-tahu jadi, ini yang saya seneng kayak gini. Bukan yang ngomong terus tapi saya tunggu-tunggu kok gak jadi-jadi.,” ungkap Jokowi.
Pabrik itu sendiri dimiliki oleh PT Etana Biotechnology Indonesia. Perusahaan itu membuat vaksin COVID-19 dengan platform mRNA bernama AWcorna yang telah mengantongi otorisasi izin penggunaan darurat (emergency use of authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa waktu lalu.
Padahal, Jokowi yakin sumber daya manusia di bidang kesehatan di Tanah Air tidak kalah dengan di luar negeri. Maka dari itu, ia sangat bangga dengan pencapaian pembangunan pabrik vaksin tersebut.
Transformasi Obat-obatan
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya akan melakukan transformasi di bidang kesehatan, khususnya dalam obat-obatan. Jika dulu, obat-obatan berbasis kimia, maka ke depan semua obat-obatan tersebut akan berbasis biologi, seperti teknologi yang dijalankan oleh PT Etana Biotechnology Indonesia.
“Kalau kita sakit yang menyembuhkan dari dalam sendiri ada Tsel, B antibodi semua sel berbasis biologi. Ke depan akan ke sana semua negara maju. Dubai mau menguasai jadi hub biotech, Singapura mati-matian mau jadi hub biotech, Korea Selatan, Amerika mau masuk ke sana. Kalau kita gak hati-hati mereka masuk ke sana,” kata Budi.