JAKARTA - Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) I Jongkie Sugiharto menceritakan perjuangan industri otomotif ketika awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Yang membuat penurunan penjualan sangat siginifikan.
Saat itu, banyak orang menunda membeli kendaraan dikarenakan pembatasan mobilitas dan ketidakpastian kapan pandemi Covid-19 akan berakhir ketika awal mula kasus ditemukan di Indonesia.
Baca Juga: Menko Airlangga: Modifikator Mobil Indonesia Punya Pasar yang Besar di Luar Negeri
"Ketika tahun 2020 terjadi pandemi, di mana total penjualan kendaraan bermotor kita anjlok habis-habisan. Kami mengusulkan kepada pemerintah dan duduk bersama memberikan masukan untuk membuat industri otomotif tumbuh kembali," ujar Jongkie dalam Market Review IDXChannel, Senin (10/10/2022).
Sehingg pada 2021, pemerintah mengeluarkan kebijakan diskon PPNBM DTP hingga 100% untuk pembelian kendaraan dengan kriteria tertentu. Hal itu dimanfaatkan oleh Gaikindo dengan menggelar pameran otomotif GIIAS 2021.
Baca Juga: Dukung Industri Otomotif, BI Berikan Insentif ke Perbankan
"Kami merasa bahwa industri kami harus tumbuh, jadi industri mobilnya, maupun industri pabrik kompenen atau suku cadang lainnya," sambungnya.
Hasilnya kebijakan tersebut cukup efektif untuk mendongkrak penjualan kendaraan bermotor khususnya roda 4 sepanjang 2021. Melalui Insentif fiskal dari pemerintah, dan difasilitasi oleh Gaikindo menggelar pameran
"Itu terbukti bahwa itu efektif, sehingga angka penjualan kamu tumbuh luar biasa ditahun 2021," kata Jongkie
Pada tahun 2021, ketika adanya insentif PPNBM DTP Gaikindo memasang target penjualan kendaraan bermotor hingga 750 ribu unit. Target tersebut diakselerasi melalui 2 pameran besar Gaikindo International Indonesia Auto Show (GIIAS) di Jakarta dan Surabaya.
Gaikindo melaporkan hasil penjualan mobil baru secara whole sales di Indonesia sepanjang tahun 2021 sebanyak 887.202 unit. Angka itu naik 66,7 persen dari tahun 2020 yang sebanyak 532.027 unit
"Daya beli masyarakat kendaraan bermotor yang punya harga Rp300 juta ke bawah, penjualan total kendaraan harga ini 60% lebih dari total penjualan kendaraan pertahun," pungkasnya.
(Feby Novalius)