JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%.
Berikut fakta suku bunga BI naik yang dirangkum Okezone di Jakarta, Minggu (23/10/2022).
1. Kata Analis
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mengatakan, kenaikan suku bunga masih dapat direspons positif ke depannya oleh pelaku pasar mengingat kenaikan The Fed masih akan agresif dalam menaikan suku bunganya. Menurut dia, selain itu kondisi fundamental Indonesia yang masih kuat masih menjadi daya tarik investor asing.
"Kenaikan suku bunga saat ini karena meredam inflasi akibat kenaikan harga komoditas. Hal ini akan berdampak pada sektor consumer karena saya beli yang melemah serta adanya kenaikan harga beban raw and material pada emiten consumer," kata Azis kepada media, Sabtu (24/9/2022).
2. Sektor Mining Diuntungkan
Azis juga menyebutkan, dalam kondisi seperti ini sektor mining diuntungkan dari kenaikan suku bunga. Mengingat kenaikan suku bunga dapat menjadi ketertarikan bagi investor asing untuk masuk di market.
Di sisi lain, harga komoditas yang masih tinggi seperti batu bara masih bisa menjadi sentimen positif bagi sektor tersebut.
Dalam kondisi seperti ini, Aziz merekomendasikan investor dapat mencermati saham-saham sektor komoditas seperti ADRO, ADMR, maupun PTBA dengan rekomendasi hold atau trading buy dengan potensi upside 10%-15%.
3. Pengusaha Otomotif Mulai Khawatir
Ketua Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) I, Jongkie Sugiharto mengatakan kenaikan suku bunga acuan itu bakal berpengaruh terhadap penjualan industri otomotif.
Hal itu karena mayoritas penjualan kendaraan di Indonesia melalui sarana kredit.
"(Bukan PPNBM DTP dihapus) yang kita khawatir jujur sebenarnya adalah meningkatnya suku bunga perbankan yang sudah menjadi 4,25% saat ini, itu yang kita khawatir," ujar Jongkie dalam Market Review IDX Channel, Senin (10/10/2022).
Jongkie khawatir dengan meningkatnya beban cicilan itu akan menurunkan minat masyarakat untuk memiliki kendaraan.
Padahal menurutnya industri tersebut terbukti memberikan multiplier effect yang cukup luas.