Ini Cara agar RI Tak Ketergantungan Tenaga Kerja Asing

Heri Purnomo, Jurnalis
Selasa 25 Oktober 2022 18:52 WIB
Perindo bahas soal ketenagakerjaan Indonesia. (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Di era revolusi industri 5.0 semua kegiatan industri memadukan antara manusia dan teknologi.

Wasekjen VI Bidang Perindustrian dan Perdagangan DPP Partai Perindo, Harryanto Aryodiguno mengatakan kondisi saat ini di Indonesia masih kekurangan dalam sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan teknologi baru.

Terlebih lagi di setiap daerah berbeda sumber daya manusia.

"Ketika para pengusaha itu sudah siap mengadopsi teknologi baru dan di Indonesia itu kekurangan sdm yang bisa mengoperasikan, nah otomatis pengusaha ini menggunakan tenaga ahli asing," katanya dalam podcast Partai Perindo dengan tema 'Tantangan Pengusaha di Era Revolusi Industri 5.0', Selasa (25/10/2022).

 BACA JUGA:Diinisiasi Sandiaga Uno, Program OK OCE Cetak 480.765 Wirausaha dan Serap 1.469.937 Tenaga Kerja

Harryanto mengatakan, ketika para pengusaha menggunakan tenaga asing, mereka dikritik tidak nasionalis.

Padahal menurutnya, jika pengusaha tersebut menggunakan tenaga ahli asing, maka pekerja Indonesia dapat mengambil ilmunya.

Sehingga nantinya tenaga kerja Indonesia bisa bersaing kedepannya.

"Ada yang harus kita pelajari dari orang asing, bagaimana kita mengoperasikan ini. Jadi hal itu tidak ketergantungan pada WNA. Dimana SDM yang menggerakkan teknologi nya itu kita ini masih kalah," katanya.

Lebih lanjut, Herryanto juga mengingatkan kepada para pelajar dan pekerja untuk dapat terus belajar dari tenaga ahli asing terkait pengoperasian teknologi.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya