“Pas tahun 2000, semenjak ada hp, kami pertama kali masuk ke google, Instagram, Twitter,” katanya.
Sementara itu, Kusmayadi juga mengungkapkan omzetnya yaitu lebih dari Rp10 juta dalam satu hari dengan pegawai 30 hingga 40 orang.
“Kalau (toko) pusatnya aja, harian itu bisa di atas Rp10 juta, kalau cabang antara Rp1 juta-Rp2 jt. Satu minggu (terjual) sekitar 1.200-1.500 porsi di pusat,” bebernya.
Selain itu, dia berpesan kepada kaum milenial yang ingin bangun usaha kuliner untuk jangan ragu dan terus mencoba.
“Kalau kita mau buka usaha itu harus kuat mental, jangan ragu untuk terus coba, jangan takut kita jualan sehari cuman laku 1 porsi misal begitu, satu minggu sudah tutup. Bangun brand dulu, kalau berniat mau jualan, jangan takut gak laku,” jelasnya.
Sebagai informasi, Kupat Tahu Gempol belum buka cabang di Jakarta untuk sementara ini.
Hal itu karena larangan gubernur yang mengatakan toko dan makanan ini sebagai wisata kuliner yang ada di Bandung.
Adapun toko Kupat Tahu Gempol di Bandung terbuka untuk pelanggan dari pukul 6.00 WIB - 11.00 WIB siang.
Tak hanya kupat tahu, toko ini juga sediakan menu Lontong Kari sebagai alternatif untuk pelanggan.
(Zuhirna Wulan Dilla)