JAKARTA - Harga emas berjangka tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut di tengah greenback yang lebih kuat.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange tergelincir USD4,10 atau 0,25% menjadi USD1.640,70 per ounce, demikian dilansir dari Antara, Selasa (1/11/2022).
Indeks dolar AS menguat tajam dan mendapatkan kembali beberapa kekuatan yang hilang di awal bulan. Peningkatan ini didukung oleh ekspektasi kenaikan suku bunga super besar lainnya pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pekan ini.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,7% menjadi 111,5280. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengurangi daya tarik emas.
Pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve dimulai Selasa waktu setempat dan berakhir Rabu (2/11/2022).
Investor menunggu pernyataan Ketua Fed Jerome Powell pada pertemuan tersebut, serta tanda-tanda untuk mengkonfirmasi ekspektasi bahwa bank sentral akan beralih ke kenaikan suku bunga yang lebih kecil setelah kenaikan suku bunga yang diperkirakan sebesar 75 basis poin pada November.