Penuhi Kebutuhan Air Minum, PUPR Sebut Anggaran Kurang Rp86,8 Triliun

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Jum'at 04 November 2022 09:08 WIB
Kebutuhan air minum. (Foto: PUPR)
Share :

"Khusus untuk penyediaan air minum perpipaan diharapkan tahun 2024 mencapai 30% dan hari ini masih 20,6%, sementara negara-negara lain rata-rata sudah 70%, sehingga penanganannya harus dari hulu hingga hilir,” jelasnya.

Pemerintah menawarkan kerja sama dengan Swasta melalui skema Source to Tap.

Nantinya Soruce to Tap akan mengintegrasikan mulai dari perencanaan sistem dari hulu hingga hilir, sehingga timelinenya lebih terukur antara pembangunan di hulu dengan penyerapan di hilir.

Selain sistemnya terintegrasi antara hulu dan hilir, Herry menambahkan prinsip Source to Tap pada pembiayaan infrastruktur air minum akan lebih memperkecil risiko interface, desain pembangunan lebih optimal dan efisien serta pembiayaan menjadi satu untuk proyek unsolicited dan mengoptimalkan struktur proyek untuk blended finance pada proyek solicited.

"Sehingga lebih memberikan kepastian investasi bagi badan usaha karena mulai perencanaan hingga implementasinya akan terintegrasi. Tinggal nanti bagaimana ada penyesuaian-penyesuaian agar layanan masyarakat tetap maksimal, tetapi dari sisi investasi juga menjanjikan,” pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya