JAKARTA - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membahas soal utang BUMN di depan DPR RI.
Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Entus Asnawi Mukhson membeberkan utang sejumlah perusahaan pelat merah yang belum dibayarkan kepada perusahaan.
Jumlah utang pun mencapai triliunan Rupiah.
Entus mengaku total piutang Adhi Karya mencapai Rp18 triliun.
BACA JUGA:Adhi Karya (ADHI) Incar Kontrak Baru Rp23 Triliun di Akhir 2022
Sebagian dari jumlah tersebut merupakan utang sejumlah BUMN. Adapun BUMN yang dimaksud adalah PT Hutama Karya (Persero), PT KAI (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero), dan PT Angkasa Pura II (Persero).
"Kenapa utang Adhi Karya ini demikian besar? Memang separuh dari pekerjaan dari utang ini, utangnya BUMN-BUMN juga Pak (anggota DPR)," ujar Entus saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (9/10/2022).
Dia mencatat, utang Hutama Karya mencapai Rp8,1 triliun. Namun, baru dibayarkan Rp5,3 triliun.
Sisa utang Hutama Karya akan dibayarkan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
"Pertama kami punya pekerjaan Rp8,1 triliun, sudah dibayar di situ Rp5,3 triliun oleh Hutama Karya, sisanya-kan nanti Hutama Karya juga ada sebagian PMN dibayarkan ke kami," jelasnya.
Untuk utang KAI berasal dari pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek. Entus mengaku pihaknya memperoleh pekerjaan prasarana sebesar Rp23,3 triliun.