3. Jadi Kepala Tambang
Perjalanannya menjadi Kepala Tambang Indonesia pertama dimulai pada studi akuntansi dan bisnis, bukan geologi. Eddy memiliki gelar sarjana dari Universitas Indonesia dan gelar M.B.A. dari program gabungan UCLA Anderson School of Management dan National University of Singapore.
4. Bekerja Selama 15 Tahun
Dia dipekerjakan oleh PricewaterhouseCoopers, di mana dia ditugaskan untuk klien energi dan pertambangan.
“Saya tidak memilihnya sejak awal, tetapi saya memilih untuk tetap tinggal,” kata Eddy.
“Saya telah berada di industri yang luar biasa ini selama 15 tahun,” sambungnnya.
5. Pernah di Australia
Di Vale, dia menghabiskan dua setengah tahun di Brisbane, Australia, di mana dia mengawasi operasi di Afrika, Jepang, Indonesia, Taiwan, dan Cina daratan.
Sebelum perannya saat ini, dia adalah chief financial officer Vale Indonesia dan kemudian wakil CEO. Tahun lalu perusahaan melaporkan pendapatan USD953 juta, melonjak 24% dari tahun sebelumnya, sementara laba bersih berlipat ganda menjadi USD165 juta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)