JAKARTA – Kementerian Perhubungan telah melakukan simulasi pergerakan bus listrik untuk mendukung mobilitas para delegasi dan peserta G20 Bali. Hal ini dilakukan bersama Kementerian/Lembaga terkait yakni Kemlu, Kemenkominfo, serta Kemenkomarves.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk memastikan pelayanan bus listrik pada saat penyelenggaraan KTT G20 berjalan dengan baik dan lancar.
“Kami telah melakukan sejumlah persiapan dan koordinasi untuk pengaturan operasional dari bus listrik yang totalnya berjumlah 41 unit baik bus sedang maupun bus besar,” katanya, Minggu (13/11/2022).
Baca Juga: Alasan RI Gaungkan Pandemic Fund ke Negara-Negara G20
Novie menjelaskan, selain akan melayani para delegasi dari negara-negara yang diundang, bus listrik juga melayani tim panitia serta wartawan peliput kegiatan G20.
“Bus listrik akan melayani pergerakan dari satu titik ke titik lainnya di Bali,” ujarnya.
Adapun beberapa rute yang dilayani yaitu: dari Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) - Apurva Kempinski Bali dan Lapangan Lagoon - Apurva Kempinski Bali untuk para delegasi.
Kemudian, dari Intercontinental Jimbaran ke Apurva untuk para panitia (Tim Sherpa). Serta, dari Bali International Convention Center ke Apurva, GWK, dan Tahura Mangrove untuk para wartawan/media peliput kegiatan G20.
Baca Juga: Pernak-pernik Jelang KTT G20 hingga Fakta Jokowi Telepon Putin dan Presiden Ukraina
Untuk delegasi, sebanyak 12 bus listrik akan melayani pergerakan menuju ke lokasi acara, mulai pukul 06.00 s.d. 07.00 WITA dari BNDCC dan Lagoon ke Apurva, dengan headway atau waktu tunggu antarkedatangan bus antara 5 hingga 10 menit sekali.
Untuk bus listrik ukuran sedang dapat menampung sebanyak 19 orang dan 1 pengemudi, sementara bus listrik ukuran besar memiliki kapasitas duduk 50 orang penumpang yang terdiri dari 26 seat, 23 standing, dan 1 driver.
“Selain itu kami telah menyiagakan bus listrik untuk pelayanan dari Bandara Ngurah Rai ke kawasan Nusa Dua, Bali,” tutur Sesjen Novie.