"(Yang) akan menjaga harga tetap kuat," kata MPOB dalam keterangan resminya.
Lebih jauh, ketidakpastian global akibat krisis geopolitik dan ekonomi dunia juga dinilai berpotensi membuat harga CPO menjadi tidak stabil.
Melansir Reuters, kabar terbaru dari sisi permintaan datang dari India, yang mengumumkan adanya penurunan impor CPO pada 2021/22 sebesar 4,8% year-on-year, menyusul lonjakan permintaan di pasar minyak kedelai global yang melonjak 45,3%.
Pasar minyak sawit terus mendapat pengaruh dari pergerakan harga minyak nabati sejenis karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.
(Zuhirna Wulan Dilla)