MALANG - Tingkat okupansi hotel di Kota Malang berangsur-angsur membaik selama tahun 2022.
Bahkan hingga November 2022 lalu tercatat okupansi sudah di atas 50%, yang menjadikan lebih baik dibanding tahun 2020 dan 2021 sebelumnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki menuturkan, tingginya okupansi perhotelan di Kota Malang ditunjang banyaknya kegiatan - kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Selain itu banyaknya kegiatan lain di Kota Malang juga mendukung tingkat okupansi hotel selama tahun 2022
BACA JUGA:Erick Thohir Tunjuk Christine Hutabarat Jadi Dirut Hotel Indonesia Natour
"Keseluruhan di 2022 tingkat okupansi cukup tinggi, di Kota Malang bisa mencapai 70 - 80%, 70 persenan rata-rata. Ditunjang oleh kegiatan MICE yang cukup banyak cukup tinggi, jadi rapat-rapat, wedding, pertemuan-pertemuan, kayak pemerintah maupun swasta, maupun masyarakat itu tinggi sekali di Tahun 2022," ucap Agoes Basoeki, dikonfirmasi MPI, pada Jumat (2/12/2022).
Mayoritas tamu - tamu hotel disebut Agoes didominasi oleh wisatawan lokal.
Namun dia bersyukur sejumlah wisatawan mancanegara mulai berdatangan ke Malang, meski belum dalam jumlah yang banyak.
"Okupansi memang bagus, wisatawannya dominan wisatawan nusantara, luar pulau sudah ada, kalau luar negeri belum banyak, tapi sudah ada, di bawah 10 persen sekitar itu," jelasnya.