3. Terbagi Empat Area Utama
Subholding Sarana Infrastruktur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan kawasan industri terintegrasi dengan empat area utama yang terdiri dari kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan air industri, dan pelabuhan.
4. Anak Usaha Lainnya
Adapun anak usaha KRAS yang bergabung adalah PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), PT Krakatau Daya Listrik (KDL), PT Krakatau Tirta Industri (KTI), dan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).
Terakhir dia mengatakan Subholding Sarana Infrastruktur memiliki pondasi yang kuat secara finansial.
5. Utang Akan Lunas Dalam 17 Tahun
KRAS memproyeksikan kalau utang senilai USD1,7 miliar atau setara Rp26,7 triliun akan lunas dalam jangka waktu 17 tahun kedepannya.
Hal itu diungkap Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim yang menyebut jumlah tersebut merupakan sisa utang, setelah emiten bersandi saham KRAS itu melakukan penandatangan Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2019 lalu.
6. Rp7,5 Triliun Lunas
Silmy mencatat usai dilakukan MRA pihaknya telah melunasi utang senilai USD487 juta atau setara Rp7,5 triliun dari total utang perusahaan sebesar USD2,2 miliar.
"Krakatau Steel telah membayar utang USD487 juta atau kurang lebih Rp7 triliun - Rp8 triliun, tergantung kurs, dan juga membayar bunga tahunan," ungkap Silmy.
7. Membaiknya Kinerja Operasional dan Keuangan
Meski belum melunasi keseluruhan pokok dan bunga utang, lanjut Silmy, emiten baja pelat merah itu bersyukur lantaran kinerja operasional dan keuangan mulai membaik, setelah restrukturisasi keuangan perusahaan.
"Sehingga kita bersyukur proses restrukturisasi dan transformasi meski belum bisa menyelesaikan secara total utang besar, tapi on the right track," ucapnya.
(Taufik Fajar)