6. Bulog Curigai Ada Masalah
Buwas mengatakan ada indikasi permasalahan dibalik rendahnya serapan beras saat ini. Kecurigaan tersebut dinilai harus diusut secara hukum.
Indikasi tersebut disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI.
Buwas tidak merinci indikasi atau kecurigaan yang dimaksud, misalnya praktik penimbunan beras. Hanya saja dia menekan adanya permasalahan krusial di sektor hulu atau penggilingan.
"Kalau terus didiamkan dengan tidak secara hukum, ini akan diulangi lagi, percaya sama saya. Ini juga jangan sampai jadi masalah terus yang berlarut-larut," kata dia.
Menurutnya, pengungkapan perkara utama minimnya serapan besar saat ini tidak bertujuan mencari kesalahan pihak tertentu, namun untuk kepentingan bersama. Pasalnya, beras sebagai komoditi primer masyarakat.
"Sekali lagi bukan mencari kesalahan, ini untuk kebaikan dan kebenaran," tegasnya.
7. Beras Impor Siap Banjiri Pasar
Buwas memastikan beras medium yang diimpor akan dijual murah di pasaran.
Untuk jumlah beras yang diimpor pada Desember tahun ini mencapai 200.000 ton dari total yang disepakati pemerintah yakni 500.000 ton.
Adapun harga beras medium di pasaran yang diserap dari penggilingan dalam negeri sebesar medium Rp9.200 – Rp9.700 per kilogram (kg). Buwas menyebut pihaknya akan menjual di bawah harga Rp9.000 per kg.
"Yang jelas harganya lebih murah dari beras medium yang ada di Indonesia," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)