JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) segera memberikan pinjaman USD3 miliar atau setara Rp46 triliun kepada Mesir. Utang ini pun menjadi bantuan keempat dalam enam tahun, karena jatuhnya perekonomia Mesir.
Menurut para ahli, utang tersebut dilakukan supaya Mesir bisa tetap bertahan. Namun tanpa reformasi yang tepat, Mesir kemungkinan tidak akan pernah lepas dari kesengsaraan keuangannya yang sudah kronis dan akan terus mengajukan utang.
Baca Juga: Arkeolog Temukan 3 Cincin Emas Berhias Dewa Kesenangan Mitologi Mesir Kuno
Dalam beberapa bulan terakhir, pound Mesir anjlok hingga 14,5% terhadap dolar AS. Kemudian harga-harga seperti sayuran, produk susu hingga roti pun meroket.
Beberapa keluarga di Mesir juga membatasi diet karena daya beli menyusut. Sementara yang lain berjuang untuk menemukan produk impor setelah tersedia di toko lokal mereka. Demikian dilansir dari CNN Business, Minggu (18/12/2022).
Baca Juga: 10 Negara dengan Masjid Terbanyak di Dunia, Indonesia Juaranya!
Apa yang terjadi di Mesir pun semakin menakutkan. Sebab perang di Ukraina menjerumuskan negara Timur Tengah ke dalam krisis.
Di negara dengan sejarah ketegangan politik yang panjang dan populasi yang berkembang pesat, saat ini 104 juta orang terdampak dari penderitaan ekonomi.
Ketika jutaan pengunjuk rasa Mesir menggulingkan mantan Presiden Hosni Mubarak selama Musim Semi Arab 2011, “Roti, kebebasan, dan keadilan sosial” adalah salah satu nyanyian paling populer.