"Itu dua kebijakan yang saya rasa punya novelty di dalam konteks pandemi ini dan pemulihan ekonomi," ucapnya.
Dia pun menyarankan agar Bank Indonesia juga cenderung untuk melakukan pengetatan karena untuk mengantisipasi defeat yang terus menaikkan bunga.
"Kira-kira gitu kalau kita mau mencapai target misalnya tahun depan itu 5,3% kalau target kreditnya hanya 10% saya rasa itu masih kurang," jelasnya.
Dia pun berharap kalau kedua lembaga tersebut juga bisa bersinergi dalam menjaga stabilitas nilai rupiah.
"Di situ butuh stabilitas rupiah kalau itu tidak terjaga kan nanti takutnya kreditnya macetnya nambah," tegasnya.
Meski begitu dia meyakini bahwa dua lembaga keuangan Indonesia itu mampu gotong-royonh untuk menjaga ekonomi Tanah Air tetap aman di 2023.
"Secara keseluruhan saya rasa ada koordinasinya, terus ke depan tetap harus dibenahi," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)