“Perjalanan melewati 7 kali penyeberangan dengan rakit. Pertama Sarolangun, Rantau Panjang, Antara Muaro Bungo sampai Bangko ada dua penyebrangan, Sinamar, Muaro Tebo, Pulau Musang dan Sungai Dareh,” ungkapnya.
Pakwo juga menceritakan di balik nama Gumarang yang digunakan sebagai nama perusahaan miliknya.
Gumarang merupakan nama kuda milik Raja Cindua Mato dari Kerajaan Pagaruyung. Dengan menamai Gumarang, Pakwo berharap armada busnya tak hanya bermanfaat bagi warga Sumatera saja, namun juga seluruh masyarakat Indonesia.
Baca selengkapnya: Siapa Pemilik PO Bus Gumarang Jaya?
(Dani Jumadil Akhir)