Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga mengatakan program Kedaireka UI–Kemenparekraf telah terlaksana dengan baik. Hal ini terbukti dari identifikasi risiko CHSE dan mitigasi bencana yang telah dilaksanakan di 58 desa wisata. Kegiatan verifikasi lapangan pelatihan CHSE dan mitigasi bencana juga telah dilakukan di delapan provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatra Barat.
“Kesiapsiagaan ini harus ditingkatkan, dan dikolaborasikan dengan universitas yang memiliki segudang excellence, best of the best of academic, peneliti atau researcher dalam meningkatkan resiliensi dari destinasi wisata. Tahun 2022 pariwisata berhasil pulih karena Indonesia menangani pandemi relatif jauh lebih baik dari negara lain dan lebih terkendali sehingga sektor pariwisata yang dihantam krisis dan kebencanaan ini bisa pulih dengan luar biasa karena kita bekerja bersama,” jelasnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro menyampaikan apresiasinya terhadap Kemenparekraf atas kerja sama dalam program Kedaireka Matching Fund 2022 Universitas Indonesia.
“Yang sudah dilakukan oleh UI melalui FKM dan DRRC sangat keren. Dari sini kita akan menemukan jawaban bagaimana pariwisata dapat menjadi penyangga pascapandemi yang membutuhkan pemulihan,” kata Ari.
Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga dan sekaligus mendapatkan penghargaan juga, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua, Inspektur II Kemenparekraf/ Baparekraf, Kamal Rimosan; dan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani.
(Zuhirna Wulan Dilla)