JAKARTA - Pemerintah tetap melanjutkan program Kartu Prakerja di 2023. Namun pelaksanaannya dengan skema yang berbeda pada tahun sebelumnya.
Perbedaan yang paling bisa dilihat ada dari segi bantuan yang hendak diterima peserta.
Pada tahun 2023, pemerintah akan melakukan penyesuaian besaran bantuan yang diterima peserta senilai Rp4,2 juta per individu dengan rincian berupa bantuan biaya pelatihan Rp3,5 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu diberikan sebanyak 1 kali, serta insentif survei Rp100 ribu untuk 2 kali pengisian survei.
Baca Juga: 7 Perbedaan dan Fakta Kartu Prakerja 2023 dengan 2022, Insentif Naik Ya!
Dirangkum Okezone, Senin (23/1/2023), berikut fakta kartu Prakerja 2023 dengan 2022:
1. Perbedaan Skema Kartu Prakerja 2022 dan 2023
Pemerintah melakukan penyesuaian skema Program Kartu Prakerja yang sebelumnya semi bansos menjadi skema normal pada tahun 2023.
2. Fokus Program Kartu Prakerja 2023
Program Kartu Prakerja akan lebih difokuskan pada bantuan peningkatan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif pasca pelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.
Baca Juga: Kapan Pendaftaran Kartu Prakerja 2023 Dibuka? Cek di Sini
“Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja Airlangga Hartarto, Jakarta.