Sementara itu, kredit yang disalurkan Perseroan tercatat melesat sebesar 10,58% per akhir Desember 2022 dengan total outstanding mencapai Rp27,85 triliun (belum diaudit). Seiring pertumbuhan penyaluran kredit, Bank Sumut berhasil menjaga kualitas kredit. Ini tercermin pada rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL Net belum diaudit) yang berada di level 1,21% atau membaik dari tahun buku 2021 sebesar 1,80%.
"Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Sumut selama tahun 2022 mencapai Rp31,9 triliun (belum diaudit). Capaian ini meningkat sekitar 3,01% YoY. Produk tabungan dan giro tercatat mendominasi komposisi dana pihak ketiga hingga 60%," tandasnya.
(Feby Novalius)