11. PT. Perkebunan Kaltim Utama I
PT. Perkebunan Kaltim Utama I memiliki total luas lahan sebesar 8.633 ha dan lahan yang sudah ditanam seluas 2.896 ha. Diketahui, izin Penanaman ini akan habis pada 2036 mendatang.
12. PT. Tritunggal Sentra Buana
Perkebunan Saliki memiliki total lahan seluas 12.000 ha dengan total lahan Hak Guna Usaha (Izin Operasi) sebesar 5.759 ha. Perkebunan Saliki juga dilengkapi dengan alat giling yang dapat mengolah hasil panen minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dari perkebunan sendiri maupun milik para petani di sekitar.
13. PT. Admira Lestari
PT. Adimitra Lestari berdiri pada 2005. Lalu, pada tahun 2008, perusahaan ini menerima Izin Usaha Pengelolaan Hasil Kayu (IUPHHK) yang berlaku selama 45 tahun untuk 52.100 ha hutan produktif di Nunukan, Kalimantan Timur.
14. PT. Smartias Indo Gemilang
PT Smartias Indo Gemilang didirikan pada 2007 lalu. Pengoperasian perusahaan ini melibatkan penjualan dan distribusi KWH meter elektrik prabayar dalam bentuk Smart Card atau STS Meter Token untuk listrik perumahan yang disediakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
15. PT. Rakabu Sejahtra
Perusahaan didirikan pada 2009 dan berlokasi di Solo, Jawa Tengah. PT Toba Sejahtera memproduksi berbagai furnitur olahan kayu dalam bentuk rangka pintu, lantai, dan lain-lainnya ini.
16. PT. Kabil Citranusa
PT. Toba Sejahtra memiliki saham minoritas dalam 147 ha lahan industri yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau. Didirikan pada 2002, perusahaan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri gas dan minyak.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)