JAKARTA - PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini. FUTR menawarkan 20% dari total saham yang dicatatkan kepada publik yaitu sebanyak 1,27 miliar saham dengan harga penawaran Rp100 per saham.
Nilai penggalangan dana IPO ini mencapai Rp127,8 miliar. Secara bersamaan Lini Imaji Kreasi Ekosistem juga menerbitkan Waran di mana setiap pemegang lima saham yang ditawarkan berhak memperoleh 4 Waran Seri I.
IPO FUTR telah berhasil menarik minat berbagai investor baik asing maupun domestik untuk berpartisipasi dalam penawaran umum perdana saham. Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 45 kali dengan total pemegang saham lebih dari 18 ribu investor.
BACA JUGA:Lini Imaji (FUTR) Listing Hari Ini, Lepas 1,27 Miliar Saham
Melalui proses IPO ini, FUTR berupaya untuk mempertahankan dan memajukan operasinya di Asia Pasifik. Saat ini FUTR telah memiliki operasi bisnis di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Perseroan optimis akan pelaksanaan ekspansi operasi bisnis ke Thailand, Filipina, Vietnam, dan Hong Kong dalam 2 tahun ke depan.
"Kami berterimakasih atas partisipasi seluruh pihak dalam proses IPO ini. Dengan lebih dari 18 ribu investor yang mendukung perjalanan FUTR, tentunya kami akan terus menjaga kepercayaan yang telah diberikan dan akan terus meningkatkan kinerja perseroan," kata Presiden Direktur FUTR Jeremy Quek di Jakarta, Senin (27/2/2023).
Pihaknya juga optimistis FUTR bisa menjadi perusahaan teknologi yang unggul di Asia Pasifik dalam dua tahun mendatang dan juga dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi digital di Asia Tenggara.
Adapun sebagian besar dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja yang mendukung perkembangan bisnis Perseroan. Pemanfaatan dana tersebut akan digunakan bagi Pengembangan Pengembangan Platform dan Produk, Pengembangan Riset danAnalisis data, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penguatan Pemasaran. dan dukungan operasional lainnya dalam pengembangan usaha Perseroan.
FUTR juga akan membangun Gudang Kreativ yang akan mendukung insan kreatif di berbagai lokasi di Indonesia dalam mengakses pasar internasional melalui pemanfaatan keahlian desain, coding, multimedia, pemasaran digital, animasi, dan live streaming e-commerce yang dimiliki.
Pertumbuhan ekonomi digital dan industri kreatif di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp 4.608 triliun pada tahun 2030. Adapun potensi pasar Asia Pasifik atas Big Data Analytics, Social Commerce, Immersive Tech, dan Cyber Governace diperkirakan mencapai USD511 miliar dalam dua tahun ke depan. Dengan keahlian dan fundamental yang kuat, FUTR yakin dapat menjadi bagian dalam perkembangan ekonomi digital di Asia Pasifik.
(Dani Jumadil Akhir)