"Harus dijadikan entry point bahwa apa yang terjadi ini menjadi titik masuk yang lebih kuat untuk melakukan sebuah perbaikan culture of hope budaya untuk menetap ke depan lebih baik," ucapnya.
Dia menyebut, kejadian seperti ini tidak hanya bisa terjadi di Kemenkeu, tapi bisa terjadi di mana saja. Sehingga perlu adanya upaya yang serius untuk membangun culture of hope.
"Kalau kita bersama-sama pemerintah, masyarakat, dunia bisnis, melakukan sebuah upaya-upaya yang serius membangun culture of hope, saya kira ini akan menjadi momentum yang bagus sekali untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat integratif dan partisipatif," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)