Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam mengatakan, kegiatan ini sangat direkomendasikan, karena memiliki magnet yang sangat besar untuk dikunjungi, tidak hanya bagi pelaku industri konstruksi tetapi juga masyarakat umum.
Di mana dapat terlihat kemajuan dari dunia arsitektur Indonesia melalui booth-booth yang ada. Serta munculnya perubahan tren dan gaya desain arsitektur melalui desain-desain baru di dunia arsitektur dan terkoneksi dengan kebiasaan baru di masa pandemi.
"Hal ini terbukti dengan partisipasi dan kolaborasi dari panitia penyelenggara beserta lebih dari 80 booth dan 180 lebih brand berhasil mencatatkan jumlah pengunjung sebanyak 11 ribu orang pada hari ketiga pelaksanaan," kata Neil.
(Feby Novalius)