Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Terpasang, Siap Beroperasi?

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Selasa 04 April 2023 16:27 WIB
Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terpasang. (Foto: Okezone.com/KAI)
Share :

JAKARTA - Jalur ganda Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sepanjang 142,3 kilometer (km) telah terpasang. Adapun pengerjaan ini dilakukan selama 12 bulan sejak 20 April 2022.

Rel yang dipasang khusus untuk kereta api cepat yaitu rel tipe R60 sepanjang 500 meter yang disambungkan dengan metode flash butt welding. Dengan metode tersebut, sambungan antar rel akan terasa mulus sehingga perjalanan KCJB minim guncangan.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, progres konstruksi KCJB mencapai 86%, sesuai hasil verifikasi para konsultan. Bahkan, pembangunan stasiun sudah di atas 90% dan terus dikebut menjelang peresmian KCJB pada Agustus 2023.

"Setelah itu, akan dilakukan fine adjustment sambil paralel listrik aliran atas juga akan terpasang seluruhnya. Nantinya ditargetkan pada 1 Mei akan dilakukan Commissioning Test dan paralel diajukan sertifikasi laik operasinya oleh Kementerian Perhubungan," ungkap Didiek melalui keterangan pers, Selasa (4/4/2023).

Adapun peresmian operasional KCJB dibarengi dengan peresmian LRT Jabodebek. Operasional kedua proyek strategi nasional (PSN) di sektor transportasi massal ini menjadi kado bagi Indonesia di usianya yang ke-78 tahun.

Didiek mengatakan, sebagai BUMN yang mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyelesaikan KCJB dan LRT Jabodebek, memastikan penyelesaian kedua PSN agar dapat dinikmati masyarakat.

KAI telah mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang bersumber dari APBN 2021 sebesar Rp6,9 triliun untuk pembangunan KCJB dan LRT Jabodebek, serta penambahan PMN sebesar Rp3,2 triliun untuk memperkuat perusahaan dalam menyelesaikan proyek KCJB.

“KAI berkomitmen mengelola PMN secara akuntabel dan transparan yang ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat,” kata Didiek.

Bagi negara, PMN akan membantu mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional berbasis perkeretaapian, mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar stasiun maupun potensi pengembangan kawasan baru, peningkatan pendapatan negara baik secara langsung maupun tidak langsung, serta meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia dengan dioperasikannya kereta cepat dan LRT yang dioperasikan tanpa masinis.

Adapun bagi KAI, PMN akan memberikan perbaikan struktur modal perusahaan dan kapasitas usaha dalam menyelesaikan 2 Proyek Strategis Nasional dengan mempertimbangkan kondisi keuangan KAI yang terdampak pandemi Covid-19.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya