JAKARTA-Ini alasan kenapa biaya hidup di Singapura mahal membuat bagi pelancong mikir dua kali untuk menetap. Pasalnya, negara ini telah merebut posisi teratas bersama dengan New York sebagai kota termahal di dunia untuk ditinggali.
Berikut ini alasan kenapa biaya hidup di Singapura dilansir dari Dolar and Sense:
1. Inflasi Tinggi
Inflasi yang tinggi sebagai faktor utama kenaikan biaya hidup padakota-kota besar dunia, termasuk Singapura.
Menurut survei, harga rata-rata barang dalam mata uang lokal melonjak 8,1% tahun ini di kota-kota terbesar dunia. Sebagai perbandingan, kenaikan harga adalah 3,5% pada tahun 2021.
Hal ini membuat inflasi diperkirakan naik sehingga Otoritas Moneter Singapura dan Kementerian Perdagangan dan Industri mencatat dalam pembaruan terbaru mereka tentang harga konsumen. Makanan dan akomodasi menjadi kontributor peningkatan tersebut.
2. Nilai Mata Uang yang Kuat
Mata uang yang lebih kuat akan cenderung menyebabkan kota naik peringkat karena harga lebih tinggi bila dinyatakan dalam mata uang umum internasional.
Oleh karena itu, karena mata uang Singapura yang kuat, ia memiliki kecenderungan peringkat tinggi pada indeks EIU.
Tahun ini telah melihat dolar menguat terhadap banyak mata uang karena Federal Reserve menaikkan suku bunga. Dolar Singapura telah menunjukkan ketahanan terhadap kenaikan, berkat cadangan mata uang asing tinggi dan surplus neraca berjalan kuat.
3. Biaya Transportasi Mahal
Singapura memiliki tarif transportasi tertinggi di dunia, karena kontrol pemerintah sangat ketat terhadap jumlah mobil. Itu juga salah satu kota termahal untuk pakaian, alkohol, dan tembakau.
Seseorang yang tinggal di Singapura yang ingin memiliki gaya hidup sedikit di atas rata-rata, pasti membelanjakan barang-barang tersebut.
(RIN)
(Rani Hardjanti)