EIA juga memperkirakan produksi minyak mentah AS akan naik 5,1% menjadi 12,53 juta barel per hari tahun ini, tetapi menurunkan perkiraan produksinya untuk tahun ini dan selanjutnya dari perkiraan sebelumnya.
Lembaga itu memangkas estimasi harga Brent dan WTI masing-masing lebih dari 7,0% menjadi USD78,65 dan USD73,62 per barel.
Kedua harga acuan telah jatuh sekitar 2,5% di awal sesi setelah dua hari membukukan kenaikan.
Harga tertahan oleh data yang menunjukkan impor China berkontraksi pada April, sementara ekspor naik pada kecepatan yang lebih lambat, menyiratkan permintaan domestik yang lemah.
Pasar juga memantau komentar Presiden AS Joe Biden dan anggota parlemen terkemuka dari Partai Republik tentang peningkatan plafon utang AS sebesar USD31,4 triliun, karena khawatir akan gagal bayar yang belum pernah terjadi sebelumnya jika Kongres tidak bertindak dalam tiga minggu.
Angka indeks harga konsumen (IHK) AS untuk April akan dirilis pada Rabu dan dapat menentukan keputusan suku bunga Federal Reserve berikutnya.
Presiden Fed New York, John Williams mengatakan inflasi masih terlalu tinggi dan bank sentral akan menaikkan suku lagi jika perlu, meskipun bank sentral AS menghapus pedoman tentang perlunya kenaikan di masa depan.
Sementara keraguan tentang ekonomi dapat membebani pasar, harga minyak mentah didukung karena kebakaran hutan yang mendorong produsen minyak di provinsi Kanada Alberta untuk menutup setidaknya 319.000 barel setara minyak per hari, lebih dari 3,7% dari produksi Kanada.
Pasar sekarang sedang menunggu data persediaan AS dari grup industri American Petroleum Institute (API), yang akan dirilis pada pukul 16.30 waktu setempat.
Para analis memperkirakan penarikan 917.000 barel untuk minggu lalu.
(Zuhirna Wulan Dilla)