9. Sepakati transaksi mata uang lokal dan pembayaran digital
Para pemimpin Negara ASEAN menyepakati penguatan Konektivitas Pembayaran Regional (Regional Payment Connectivity/RPC) dan Transaksi Mata Uang Lokal masing-masing negara (Local Currency Transaction/LCT) dalam KTT ke-42 ASEAN 2023, Labuan Bajo.
“Implementasi transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran digital antar negara sepakat untuk diperkuat, ini sejalan tujuan sentral lintas ASEAN agar ASEAN semakin kuat dan semakin mandiri,” ujar Jokowi di Labuan Bajo, Kamis, 11 Mei 2023.
10. Isu perdangan manusia jadi perhatian
Kesimpulan lain yang disepakati adalah hal yang menyentuh kepentingan rakyat menjadi perhatian penting para Leader, termasuk pelindungan pekerja migran dan korban perdagangan manusia.
Selain itu, terkait Myanmar, yakni pencederaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan tidak bisa ditoleransi.
11. 10 Kepala Negara bawa pulang oleh-oleh sepeda bambu
10 Kepala Negara yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023 di Labuan Bajo, NTT, akan mendapatkan oleh-oleh berupa sepeda bambu yang diberikan PT Pertamina (Persero) melalui Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL).
Sepuluh sepeda bambu tersebut bertipe mini velo dan diberi nama Spedagi Rodacilik 02 yang memiliki berat 13 kilogram (kg) dengan menggunakan rem disc-brake hidraulik.
"Kita ingin menunjukkan kepada dunia internasional, bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk mendukung transisi energi menuju energi bersih," ujar Fadjar melalui keterangan pers, Jumat (12/5/2023).
12. Labuan Bajo siap untuk jadi destinasi kelas dunia
KTT ke-42 ASEAN 2023 membuat Labuan Bajo tidak hanya siap sebagai destinasi untuk leisure, tapi juga destinasi MICE ( Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) kelas dunia.
"Labuan Bajo siap menyelenggarakan event-event kelas dunia seperti KTT ASEAN. Kami akan ikut bidding ke depan untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi MICE kelas dunia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, di Labuan Bajo, Kamis (11/5/2023).
Kemenparekraf akan memastikan event-event kelas nasional dan internasional akan dibawa ke Labuan Bajo. Tidak hanya terbagi di musim sibuk, tetapi juga di musim yang diprediksi jumlah wisatawannya menurun.
(Feby Novalius)