9.833 KPM di 26 Kecamatan Sumedang Telah Terima Bansos Sembako dan PKH

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Selasa 16 Mei 2023 16:14 WIB
Pos Indonesia terus menyalurkan Bansos dan Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial
Share :

Sumedang-PT Pos Indonesia (Persero) terus menyalurkan bansos sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Kali ini dilakukan di Kantorpos Cabang Sumedang, Jawa Barat.

Pos Indonesia menjadwalkan layanan selama empat hari sejak 10 Mei hingga 13 Mei 2023.

Executive Manager KC Sumedang Defri Maulana mengatakan alokasi yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk Sumedang sebanyak 9.833 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 26 kecamatan.

Penyaluran menggunakan tiga metode, yaitu pengambilan langsung di Kantorpos, komunitas, dan Mengantarkan langsung ke tempat tinggal KPM (door to door).

"Kalau door to door itu, kita utamakan yang lansia atau yang memang berkebutuhan khusus. Itu kita memang langsung antar ke kandangnya," kata Defri Maulana.

Para KPM diminta menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli pada saat pengambilan bantuan tersebut. Kemudian dilakukan pengambilan foto KPM dan pembayaran lokasi secara real-time dengan bantuan artificial intelligence dan pencocokan data.

Defri merasa bersyukur kendala sinyal di Sumedang dapat diatasi dengan mode offline aplikasi Pos Giro Tunai (PGC).

"Ketika kita ke tempat yang blankspot istilahnya yang tidak ada sinyal, kita bisa tetap melakukan pembayaran. Itu data semua foto geo-tagging, koordinat itu semua ke-save. Jadi ketika kita kembali ke tempat yang ada sinyal, kita tinggal menaikkan datanya saja," ujarnya.

 

Juru Bayar Pos Indonesia Siti Nur Aisyah mengaku dalam sehari menyalurkan kepada 200 KPM. Ia mengaku hampir tidak ada kesulitan dalam menyalurkan bansos.

Namun ia pernah hampir menyerah saat mengantar langsung ke rumah KPM. Pasalnya alamat yang dituju tidak ditemukan.

Pada akhirnya ia menemukan alamat tersebut yang berada di gang yang sangat sempit. Saking sempitnya, sepeda motor tidak bisa melintas.

Ia merasa terharu karena bantuan ini benar-benar dibutuhkan KPM yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Bahkan sekedar untuk membeli beras, KPM ini tidak punya uang yang cukup.

"Pas nyampe rumahnya, emang bener-bener orang butuh banget dan di situ kita Masya Allah perjuangan kita itu masuk gang, ke sana kemari, cari alamat kayak (lagu) Ayu Ting Ting itu enggak sia-sia gitu. Alhamdulillah jadi pengalaman yang membekas ," ujar Siti.

Sony Sanjaya, Koordinator PKH Kabupaten Sumedang menambahkan perbaikan ini berlangsung atas kolaborasi semua pihak termasuk tim pendamping dan aparat penegak hukum.

“Diharapkan KPM menggunakan bansos ini dengan bijak,” kata Sony.

Salah satu KPM, Heni Suhaeni mengapresiasi langkah pemerintah dan Pos Indonesia terkait bansos ini.

Terlebih dahulu mengajukan tahun ajaran baru. Saya menggunakan bansos ini untuk menunjang kebutuhan anak sekolah.

“Harapannya semoga kedepannya bisa lagi gitu terus ucapan terima kasihnya untuk semua ya yang terlibat terutama buat ketua PKH, terus ya ketua RT dan terima kasih kepada kantorpos yang sudah menyalurkan bantuan PKH dengan mudah dan cepat,” ungkap Heni.

Penyaluran PKH ini tidak harus diambil langsung sesuai dengan nama KPM yang terdata di Pos Indonesia. Pengambilan bisa diwakilkan selama masih dalam satu kartu keluarga.

Hal ini yang dirasakan Deni Apriadi. Ia mewakilkan orangtuanya yang sedang sakit.

Karena itu, ia akhirnya datang ke kantor pos untuk mengambil bantuan senilai Rp600 ribu. Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Kementerian Sosial dan Pos Indonesia.

“Semoga semakin banyak yang dapat karena banyak juga yang masih membutuhkan,” kata Deni Apriadi.

Pula dirasakan Mimin, sebagai salah satu KPM di Sumedang. Ia semula tidak menyangka terdaftar sebagai KPM.

Kala itu, ia sedang berada di angkot dalam perjalanan menuju Subang untuk menemui anaknya. Ia ditelepon Ketua RT untuk datang ke Kantorpos terkait pengambilan PKH.

Baginya, bantuan Rp600 ribu ini sangat membantu sekali karena ia sudah ditinggal suami selama tiga tahun terakhir. Ia juga tidak bekerja dan sehari-hari hanya menerima bantuan dari anak.

"Ini rezeki bagi saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar mimin.

(Fitria Dwi Astuti )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya