Jangan Anggap Remeh! Ini Pentingnya Siapkan Dana Pensiun

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 16 Mei 2023 14:56 WIB
Uang pensiun. (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Banyak orang di Indonesia disebut tidak siap dengan dana pensiun.

Direktur Utama Indonesia Financial Group (IFG) mengatakan kalau penduduk di negara maju akan menuntut jika iuran kecil. Tak ayal juga bahwa produk asuransi juga dana pensiun asing kini banyak yang masuk.

 BACA JUGA:

“Karena akumulasi iuran pensiun kecil maka kebanyakan orang Indonesia tidak siap pensiun. Di negara maju ketika usia pensiun dinaikkan, demo mereka, kenapa? Yang satu siap pensiun, yang satu tidak siap pensiun," ungkap Hexana dalam Konferensi Pers dan Talkshow IFG di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa (16/5/2023).

Menurut Hexana, dana pensiun akan meninggalkan manfaat pasti. Karena pensiun adalah bagaimana menjaga kualitas hidup ketika masuk usia kurang produktif.

Hexana kembali menyinggung bonus demografi Indonesia yang hanya tersisa 13 tahun.

 BACA JUGA:

Adapun bonus demografi adalah keadaan di mana penduduk berusia produktif lebih besar jumlahnya dari pada penduduk berusia nonproduktif.

"Kemarin pak Presiden (Joko Widodo) mengatakan bonus demografi kita itu tinggal 13 tahun kira-kira. Jadi bagaimana kita siapkan itu," kata dia.

Hexana mengatakan, rendahnya kontribusi industri asuransi dan dana pensiun disebabkan oleh penggunaan produk jasa asuransi yang masih rendah.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2022 menunjukkan, indeks literasi masyarakat terhadap sektor asuransi tercatat sebesar 31,7%, naik 1,6 kali dibandingkan 2019, sekitar 19,4%.

 

Sementara itu, di tahun yang sama, indeks inklusi keuangan sektor asuransi naik 16,6%, atau naik 0,7 kali dibandingkan 2019 yang hanya 13,2%.

“Di sini kita bisa melihat dari sisi nilai indeks terdapat kesenjangan yang cukup besar, yakni 15 persen setara dengan indeks literasi dan indeks inklusi untuk sektor asuransi,” tutur Hexana.

Adanya kesenjangan dan ketidakselarasan peningkatan antara tingkat literasi dan inklusi di sektor asuransi tersebut, dilatarbelakangi oleh beberapa hal.

Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap produk dan layanan asuransi dinilai masih rendah.

Selain itu, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap karakteristik produk perasuransian, khususnya aspek risiko produk atau layanan dan cara memperolehnya, masih terbatas.

Aspek kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi di Indonesia, baik konvensional maupun syariah, juga masih sangat rendah.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya