JAKARTA – Harga telur di Pasar Tradisional Talangbanjar, Kota Jambi mengalami kenaikan yang cukup tingga dari harga kebutuhan pokok lainnya.
Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Rofi Yasifun mengatakan, harga telur yang sempat naik beberapa hari lalu lantaran tingginya permintaan. Sehingga harga tidak terkendali.
“Harga telur naik ini karena demand naik, orang hajatan ramai, hidup kembali normal setelah libur panjang. Pasca Idul Fitri selalu kami data, pada tahun-tahun sebelumnya puncak kenaikan harga biasanya di H+21 sampai H+27 lebaran, dan tahun ini juga sama ada kenaikan, dan puncak harga saat ini sudah berlalu dan akan turun landai mulai Sabtu kemarin. Hari ini on farm (di tingkat peternak) telur di harga Rp26.000 per Kg,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Berikut okezone merangkum fakta harga telur melambung tinggi, begini kata Jokowi dan Peternak, Sabtu (20/5/2023):
1. Inflasi bikin harga telur melambung
Presiden menemukan harga telur merangkak naik dari harga kebutuhan pokok lainnya.
"Ini kan habis lebaran, kita ingin memastikan harga kebutuhan pokok. Hanya saja harga telur yang naik," ujar Jokowi.
Menurutnya, inflasi mempengaruhi harga beli masyarakat sehingga harus dipantau terus.
"Saya sudah perintahkan Pak Gubernur dan Wali Kota Jambi untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat," harap Presiden.
2. Jokowi gunakan APBD untuk distribusi pangan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemukan tingginya harga telur di Paser Tradisional Talangbanjar, Kota Jambi. Harga telur merangkak naik dari harga kebutuhan pokok lainnya.
Presiden pun memerintahkan para Gubernur, Wali Kota dan Bupati untuk menggunakan APBD dalam biaya distribusi pangan tersebut.
"Saya perintahkan pemimpin daerah untuk menggunakan APBD provinsi, kabupaten dan kota untuk membantu membiayai transpor telur ke pasar," ujar Jokowi.
Presiden menegaskan, agar biaya transportasi dicover oleh APBD.
"Misal biaya transportasi dari Bogor ke Jambi berapa sih. Paling Rp4 hingga Rp5 juta," tukas Jokowi.
3. Peternak sebut harga telur Rp30.000 Wajar
Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Rofi Yasifun mengatakan, harga telur yang sempat naik beberapa hari lalu lantaran tingginya permintaan. Sehingga harga tidak terkendali.
“Harga telur naik ini karena demand naik, orang hajatan ramai, hidup kembali normal setelah libur panjang. Pasca Idul Fitri selalu kami data, pada tahun-tahun sebelumnya puncak kenaikan harga biasanya di H+21 sampai H+27 lebaran, dan tahun ini juga sama ada kenaikan, dan puncak harga saat ini sudah berlalu dan akan turun landai mulai Sabtu kemarin. Hari ini on farm (di tingkat peternak) telur di harga Rp26.000 per Kg,” ujarnya dalam keterangan resmi.
4. Harga Telur di Tingkat Konsumen
Menurutnya, harga telur di tingkat konsumen Rp30.000 per kg merupakan harga yang wajar. Hal ini tidak terlepas dari biaya produksi saat ini yang juga lebih tinggi dari sebelumnya.
(Taufik Fajar)