JAKARTA - Para nelayan di Indonesia saat ini masih banyak mengandalkan cara tradisional untuk memprediksi cuaca dan menemukan lokasi penangkapan ikan terbaik.
Tak hanya itu, cara para nelayan tersebut menjual hasil tangkapannya pun masih tradisional dengan menjualnya ke tengkulak yang kemudian mengangkut ikan-ikan tersebut ke pasar yang lebih besar.
Kepala Produk Aruna Walesa Danto dalam acara Google Cloud Summit 2023 mengatakan bahwa transaksi industri perikanan di Indonesia mencapai USD1,2 miliar dan menjadi industri perikanan terbesar kedua di dunia.
“Kalau ngomongin perikanan banyak hal menarik ya. Perikanan di Indonesia tuh transaksinya USD1,2 miliar. Terus kalo perikanan kita nomor dua terbesar di dunia,” ujar Walesa dalam acara Google Cloud Summit 2023, Kamis (8/6/2023).
Namun, para nelayan ini masih berada di daerah dengan infrastruktur yang kurang bagus sehingga pendapatannya kecil. Bahkan, berdasarkan data seperempat kemiskinan ada di masyarakat pesisir.
Diketahui, hanya sekitar 25% nelayan di pedesaan yang memiliki ponsel karena keterbatasan listrik serta tingkat literasi digital yang rendah. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan dengan pemerintah lokal serta para pemuda untuk meningkatkan akses teknologi industri perikanan berkelanjutan.
Dengan perkembangan teknologi saat ini dapat meningkatkan industri perikanan berkelanjutan berskala global melalui proses digitalisasi dengan menghubungkan para nelayan di desa-desa terpencil di Indonesia langsung ke pasar global.
Adapun peningkatan industri perikanan berkelanjutan tersebut dilakukan dengan meningkatkan literasi digital tentang perikanan berkelanjutan kepada para nelayan dan mendigitalkan proses penangkapan ikan dengan menjangkau para nelayan untuk mulai bertransformasi ke digital dalam menjual hasil nelayan mereka.
(Taufik Fajar)