Kerusuhan di Prancis, Toko-Toko Tutup

Hana Wahyuti, Jurnalis
Senin 03 Juli 2023 07:59 WIB
Kerusuhan di Prancis Terjadi dalam 5 Malam. (Foto: Okezone.com/VOA)
Share :

JAKARTA - Demo dan kerusahan selama lima malam di Prancis membuat toko-toko tutup. Kerusuhan terbesar yang pernah terjadi di Marseille ini telah menghancurkan puluhan kendaraan dan toko.

Di Paris, aparat keamanan pun bersiap di Champs Elysees Avenue yang terkenal setelah muncul seruan para pendemo berkumpul di tempat itu. Toko-toko di sekitar lokasi ini pun ditutup untuk mencegah kerusakan lebih luas.

Kepala Kepolisian Paris Laurent Nunez menyebut serangan ini sebagai tindakan yang direncanakan. Dirinya memastikan tidak akan mengurangi jumlah personil polisi yang menjaga seluruh wilayah Prancis untuk menghadapi berbagai aksi demonstrasi dan kerusuhan.

“Saya ingin mengirim pesan yang tegas, bahwa kami akan sangat reaktif, dan sebagaimana yang telah kami lakukan di malam-malam sebelumnya, kami akan melakukan penangkapan secara masif. Kami akan terus melakukan pekerjaan kami, yaitu mengatasi aksi kekerasan da pelanggaran di mana pun di wilayah ini,” katanya, dikutip dari VOA Indonesia, Senin (3/7/2023).

Sebagai informasi, aksi kerusuhan ini sebagai bentuk protes karena ditembak matinya seorang remaja Arab oleh polisi Prancis.

Nabel, seorang remaja keturunan Aljazair dan Maroko yang berusia 17 tahun ditembak mati polisi saat pemeriksaan lalu lintas di Nanterre, di pinggiran kota Paris, Selasa lalu 27 Juni 2023.

Pemerintah Prancis pun menempatkan sekitar 45.000 polisi di jalan-jalan untuk mengendalikan kerusuhan setelah pemakaman Nabel pada Jumat lalu.

Para demonstran juga menarget balai kota, kantor polisi dan sekolah-sekolah; semua bangunan yang merepresentasikan pemerintah Prancis.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan 719 orang ditangkap Sabtu malam, lebih sedikit dibanding 1.311 orang yang ditangkap Jumat malam (30/6), dan 875 orang yang ditangkap Kamis malam (29/6).

“Empat puluh lima ribu polisi dan ribuan petugas pemadam kebakaran yang dimobilisasi untuk menertibkan situasi telah membuat malam ini lebih tenang,” cuit Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin di Twitter.

Meskipun demonstrasi dan kerusuhan mulai surut, Walikota L’Hay-les-Roses. Vincent Jeanburn mengatakan istri dan salah seorang anaknya luka-luka ketika mereka berupaya melarikan diri dari rumah setelah sebuah mobil merangsek ke rumah mereka dan terbakar. Saat kejadian Jeanburn sedang tidak berada di rumah.

Sementara itu, Tim Jaksa mengatakan seorang polisi mengaku melepaskan tembakan yang membunuh Nahel. Dia melakukan hal itu karena ingin mencegah perburuan dan khawatir orang lain akan luka-luka akibat perburuan itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya