Polisi yang terlibat itu sedang diselidiki karena “voluntary homicide,” atau tindakan membunuh orang lain secara melawan hukum dengan tanpa direncanakan terlebih dahulu, atau sebagai akibat dari suatu keadaan.
Polisi itu telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
Ibu Nahel mengatakan kepada stasiun televisi France 5 bahwa ketika polisi melihat seorang anak yang kelihatan seperti seorang Arab, dia ingin mengambil nyawanya.
Kelompok-kelompok hak asasi dan warga yang tinggal di kawasan berpendapatan rendah dengan penduduk dari ras campuran, yang mengelilingi kota-kota besar di Prancis, telah sejak lama mengeluhkan kekerasan polisi dan rasisme sistemik di lembaga penegak hukum.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan kerusuhan yang terjadi ini merupakan kesempatan bagi Prancis untuk mengatasi masalah rasisme yang sangat dalam dalam soal penegakan hukum.
(Feby Novalius)