Salah satu aspek menarik dari Workshop Franchise Blueprint adalah pendekatan yang tidak hanya berfokus pada teori belaka.
Para peserta juga diberikan studi kasus, dan contoh-contoh dokumen lengkap yang relevan. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk langsung berpraktik dan mengaplikasikan pembelajaran dalam bisnis masing-masing.
“Memang tujuannya supaya bisa langsung diimplementasikan di bisnis masing-masing. Makanya kami adakan di enam kota, supaya bisa menjangkau teman-teman yang di daerah,” ujar Aninditya Hasna, Founder dan CEO dari Pengusaha Kuliner ID.
Pada hari pertama, para peserta diajak mendalami cara menyusun standarisasi operasional di setiap outlet, menentukan profit toko yang sehat, menentukan besaran royalty fee, nominal investasi kemitraan yang tepat, strategi pemilihan lokasi bisnis, serta menyusun kontrak kerja sama yang sesuai dengan bisnis mereka.
Workshop Franchise Blueprint. (Foto: dok Pengusaha Kuliner ID)
Sementara itu, pada hari kedua, peserta diajarkan tentang strategi meningkatkan penjualan produk dan jasa mereka, rencana logistik dari hulu ke hilir, timeline pembukaan cabang baru, pemanfaatan media matrix, dan cara menyusun organisasi bisnis franchise yang ideal.