"Saya juga baru sampai kemarin hari minggu ini, saya baru diberi tahu juga minggu ini," ujar Rosan kepada wartawan.
Lantaran dilakukan secara dadakan, Rosan perlu mendapatkan arahan menyeluruh dari Menteri BUMN Erick Thohir. Sebab Rosan harus melakukan berbagai program yang telah diberikan Kementerian BUMN saat ini.
2. Masih Aktif Menjabat Sebagai Dubes RI untuk AS
Rosan mengaku setela dilantik segera menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Lantaran status Rosan yang masih aktif menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).
3. Masa Transisi
Selain itu, Rosan masih dalam masa transisi jabatan dari Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ke Wamen BUMN yang tengah dilakukan. Dalam pekan ini Rosan diagendakan bertemu dengan Retno Marsudi guna mendengar arahan dari Menteri. Sebab erdapat berbagai tugas keduataan yang perlu diselesaikan secepat mungkin.
4. Belum Lapor Harta Kekayaan
Diketahui Rosan belum melaporkan harta kekayaan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Terkait kabar tersebut, Menteri BUMN, Erick Thohir memberi tanggapan belum adanya laporan harta kekayaan Rosan di LHKPN KPK sebab eks Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2015-2021 itu belum bergabung di Kementrian BUMN
Namun, Erick memastikan bahwa Rosan akan segera melaporkan harta kekayaannya pada Komisi Antirasuah.
5. Kinerja yang Tidak Diragukan
Melihat dari jam terbang dan keahlian Rosan, Erick yakin bahwa Rosan mampu mendorong percepatan dalam mengerjakan proyek perseroan negara. Seperti pengalaman Rosan ketika memimpin Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) hingga menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) dirasa akan cukup membantu.
"Nah peran Pak Rosan, ya tadi bagaimana dengan expertis-nya di dunia internasional sebagai Dubes, Kadin ini juga bisa mendorong percepatan apa yang kita mau dorong di BUMN dari 88 proyek BUMN yang ditargetkan itu Insya Allah 90% akan selesai di akhir tahun, nanti diumumkan aja di akhir tahun ya, sisa 10% ya Insya Allah tahun depan selesai," ujar Erick.
(Taufik Fajar)