JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat jumlah backlog perumahan di Indonesia masih sebesar 12,7 juta. Untuk itu, berbagai upaya, program dan lainnya terus didorong termasuk membuat inovasi pembiayaan bagi para YouTuber supaya bisa memiliki rumah.
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan, angka tersebut bisa naik dikarenakan pertumbuhan keluarga baru tembus 700 - 800 ribu per tahun.
Menurutnya, salah satu upaya menekan angka backlog adalah dengan memberikan inovasi pembiayaan yang sesusai dengan portofolio pendapatan anak muda atau generasi milenial.
"Karena terus terang mayoritas generasi milenial ini banyak bekerja di sektoral informal, ada konten YouTuber dan sebagainya, yang bekerja secafa kreatif dan sebetulnya pendapatannya juga luar biasa," ujar Iwan dalam acara Akad Masal Bank BTN di Tangerang, Selasa (8/8/2023).
Di samping itu, Iwan menjelaskan, dalam RPJMN 2020-2024 Pemerintah menargetkan peningkatan akses rumah layak unk memjadi kurang lebih 70% untuk tahun 2024. Hal tersebut menurutnya dapat dicapai dengan cara menyediakan kemudahan akses pembiayaan.
"Bank BTN sebagai salah satu bank BUMN punya peran yang sangat penting dalam program PSR (Program Sejuta Rumah), baik KPR Subsidi maupun non subsidi, saya mendorong BTN untuk menciptakan pembiayaan alternatif yang kreatif dan inovatif khususnya intuk gerasi milenial," sambungnya.
Lebih lanjut, saat ini Kementerian PUPR sendiri terus berupaya untuk memberikan akses masyarakat ke hunian layak huni dan terjangkau kepada seluruh masyarakat Indonesia. Diantaranya lewat pembangunan rumas susun, rumah khusus, rumah swadaya, serta mendukung penyediaan hunian bagi ASN/TNI/Polri.
Kemudian dari sisi keterjangkauan harga rumah untuk masyarakat Indonesia, saat ini Kementerian PUPR memiliki program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Subsidi Bantuan Uang Muka, dan Program lainnya.
"Bung Hatta dalam kongres perumahan sehat pernah berkata, bahwa cita-cita perumahan rakyat tercapai apabila kita berusaha dengan penuh kepercayaan, semua pasti bisa," pungkasnya.
(Feby Novalius)