Penjual Produk Lokal Kibarkan Bendera Putih, Tak Sanggup Lawan Barang Impor China Murah

Ikhsan Permana, Jurnalis
Senin 14 Agustus 2023 17:24 WIB
Penjual Produk Lokal Kibarkan Bendera Putih, Tak Sanggup Lawan Barang Impor China (Foto: Ikhsan/MPI)
Share :

JAKARTA - Penjual produk lokal mengibarkan bendera putih. Mereka tidak sanggup melawan derasnya barang impor dari China yang harganya sangat murah di pasaran.

Hal ini diketahui Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki saat melakukan audiensi dengan sejumlah penjual atau seller produk lokal di platform online.

"Tadi kita dengar langsung mereka sudah enggak bisa bersaing dengan produk-produk dari luar, dari China yang masuk lewat e-commerce cross border," kata Teten kepada awak media di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin (14/8/2023).

Untuk itu, pihaknya mengajukan dua usulan terkait perlindungan produk UMKM dari serangan produk impor di platform e-commerce. Pertama, terkait adanya tambahan kebijakan bea masuk untuk produk-produk jadi dari luar yang berpotensi menggerus keberadaan produk UMKM.

“Tadi saya lihat sendiri harganya di salah satu platform nggak masuk akal. Ini namanya sudah ada predatory pricing. Itu karena memang pasar kita terlalu longgar, sehingga barang mereka bisa masuk ke sini dengan harga semurah-murahnya,” kata Teten.

Menurut Teten, kebjikan ini bukan hanya revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020 soal perdagangan elektronik tapi juga harus mampu menciptakan playing field yang sama, perlakuan yang setara mengenai tarif, serta biaya masuk.

 BACA JUGA:

Teten menegaskan, peraturan tersebut tidak hanya berlaku bagi TikTok Shop saja yang sampai hari ini masih ditemukan di platformnya ada harga produk yang tak masuk akal.

“Jadi kita tidak hanya berurusan dengan TikTok. Sebelum ini juga saya berurusan dengan e-commerce lain yang melakukan penjualan crossborder. Kita optimistis hal ini bisa dilakukan,” ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya