JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyoroti kerugian yang ditimbulkan akibat polusi udara. Menurutnya, polusi udara tidak hanya merugikan BPJS Kesehatan saja.
“Saya kira Polusi udara ini kan memang, punya akibat pada soal kesehatan ya. Jadi yang dirugikan bukan hanya BPJS, tapi juga banyak pihak karena adanya (polusi),” ungkap Wapres usai menghadiri acara di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).
Untuk itu, Wapres menegaskan pemerintah serius mengatasi polusi udara. Beberapa upayanya yakni kini dengan melalui uji emisi, kemudian memberikan sanksi kepada industri yang terbukti menyebabkan polusi, bahkan di Jakarta menggunakan sistem Work From Home (WFH).
“Oleh karena itu pemerintah sekarang serius menangani polusi udara itu, jadi dengan berbagai melalui emisi, kemudian melalui industri yang menyebabkan terjadinya bahkan WFH juga digunakan. Bahkan di Jakarta itu penyemprotan gedung pokoknya semua hal,” kata Wapres.
“Artinya itu pemerintah punya komitmen untuk menurunkan membersihkan udara jangan sampai itu mengakibatkan terjadinya bahaya terutama terhadap masalah kesehatan. Jadi menurut saya ya kalau itu berakibat pada BPJS salah satu yang dampak yang terjadi saya kira,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Budi Gunadi Sadikin mengatakan permasalahan polusi udara berdampak kepada keuangan BPJS Kesehatan. Bahkan, keuangan BPJS akan terbebani hingga Rp10 triliun.
Penyebabnya, badan yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan itu harus menghabiskan dana sedikitnya Rp10 triliun untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.
Hal ini disampaikannya seusai melakukan rapat terbatas (ratas) bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri terkait dengan Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) di Istana Negara beberapa waktu lalu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)